Selasa, 22 November 2016

Peluang Usaha Waralaba Seblak Dan Reseller Seblak Instan

Berkembangnya bidang kuliner di tanah air pada kenyataannya sukses membuat beberapa kuliner tradisional berbagai daerah menjadi populer dan naik kelas. Meskipun untuk memenuhi tujuan tersebut hidangan harus mengalami berbagai modifikasi dalam pengolahannya untuk lebih menyesuaikan dengan lidah mayoritas konsumen. Salah satu makanan khas yang dimaksud adalah seblak Bandung. Seblak adalah hidangan yang terbuat dari kerupuk yang direndam lalu direbus dengan bumbu-bumbu seperti rempah dan kencur, diberi kuah kaldu, kemudian ditambahkan beragam topping sehingga lebih nikmat. Penggemar hidangan ini pun saat ini tak terbatas hanya pada masyarakat Jawa Barat saja tetapi hingga ke seluruh Indonesia, tak heran bila peluang usaha waralaba seblak pun semakin banyak dilirik oleh para pebisnis yang ingin merintis usaha kuliner.

Peluang usaha waralaba seblak
Masyarakat mungkin sudah cukup akrab dengan cemilan seblak kering pedas atau kerupuk pedas, karena citarasanya yang gurih serta teksturnya yang crispy. Padahal seblak basah juga tak kalah nikmatnya walaupun sesungguhnya diolah dari bahan yang sama. Cara memasak hidangan ini juga cukup mudah, yaitu dengan merendam kerupuk aci pedas, kemudian merebusnya dengan bumbu-bumbu, telur, dan ditambahkan berbagai varian topping agar lebih lezat. Pada berbagai usaha waralaba seblak bahkan sudah tersedia berbagai variasi rasa seperti sapi panggang, barbeque, ayam bakar, balado, atau original.

Penyuka hidangan seblak ini juga semakin banyak yang terbukti dengan mudah ditemukannya booth-booth franchise seblak terutama di kota-kota besar di tanah air. Bila Anda tertarik untuk mencoba peluang usaha waralaba seblak Anda bisa memilih beragam jenis paket yang bisa disesuaikan dengan ketersediaan modal. Berjualan seblak dengan brand yang sudah populer  tentu akan lebih mudah daripada menjual produk Anda sendiri dengan resiko tak laku karena belum dikenal. Selain mendapatkan berbagai fasilitas peralatan, Anda juga akan memperoleh fasilitas berupa support system seperti pelatihan, manajemen, bantuan promosi, serta konsultasi hingga bisnis Anda sukses.

Peluang Usaha Waralaba Seblak Dan Reseller Seblak Instan
img by Qraved
Selain mencoba peluang usaha waralaba seblak, menjadi reseller seblak instan juga bisa menjadi pilihan bisnis kecil-kecilan di sela-sela kesibukan Anda karena cukup mudah dikerjakan dan tak membutuhkan gerai khusus atau booth. Seblak basah instan adalah hidangan seblak yang dikemas secara modern sebagaimana mie instan cup. Dengan demikian bagi para pecinta hidangan ini kapan pun Anda ingin menyantap seblak Anda tinggal mengambil seblak instan dan menuangkan air panas ke dalam cup-nya. Dalam kemasan praktis ini tersedia seblak kering, topping sosis serta bakso, juga bumbu serta cabe dalam kemasan terpisah persis seperti mie instan. Pada seblak instan ini tersedia pula beragam varian bumbu yang bisa dipilih sesuai selera Anda.

Harga normal seblak instan ini adalah sekitar 10 ribu rupiah dan sebagai reseller Anda tentu akan memperoleh pengurangan harga dari harga normal tersebut. Anda bisa memulai bisnis reseller Anda pada lingkungan sekitar yang juga menggemari seblak sama seperti Anda dan terus perluas pangsa pasar Anda dengan melakukan promosi. Toh saat ini tersedia berbagai sarana untuk mempopulerkan dagangan atau bisnis Anda misalnya dengan sosial media, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Walaupun keuntungan yang Anda peroleh dari penjualan sebuah cup seblak instan tak terlalu besar tetapi bila Anda mampu menjual dalam jumlah banyak tentu keuntungan yang akan mengalir ke kantong juga akan berlipat.

Nah, bila ingin mencoba peluang usaha waralaba seblak atau pun reseller seblak instan, setelah mempelajari sistem bisnisnya, berikutnya adalah menyiapkan fisik dan mental Anda untuk bekerja keras. Ingatlah bahwa sistem bisnis terbaik sekali pun tak akan berhasil membuat Anda sukses bila tak ada kemauan untuk bekerja keras untuk mengembangkan bisnis Anda. Nah, semoga bermanfaat! Sumber : Kiosusaha.com

Selasa, 15 November 2016

INSPIRASI : Friedman Foote Yang Dulunya Miliuner Kini Menjadi Gelandangan

Kisah sedih dari pasangan Marriane Friedman Foote dan Frank, sepasang gelandangan yang tidur di taman Central Park sejak bulan Agustus tahun ini. Di masa mudanya, hidup Friedman seperti kisah dongeng saja. Dirinya adalah pewaris sebuah perusahaan tekstil terbesar di Manhattan pada zamannya, yaitu Insidor Kaplan. Keluarganya mempunyai apartemen seluas 4000 Hektar dengan konsep art deco, yang bernilai lebih dari 131 Miliar. Meski lulusan Keperawatan dari Boston University, kerja keras mencari uang tidak ia lakukan. Sebab dalam hidup Friedman muda, uang datang dengan sendirinya.

Namun semuanya berubah ketika kakeknya meninggal dunia. Ibunya yang depresi menjual warisan kakeknya yang bernilai jutaan Dollar. Setelah ibunya meninggal, Friedman menjual apartemen senilai 131 Miliar itu dengan harga 40 Miliar saja. Hasilnya dia bagi dua dengan adiknya, sebesar 40 Miliar. Pernikahan pertamanya dengan seorang anggota FBI berantakan. Mantan suaminya membawa sang putri yang baru berusia 3 tahun. Kehilangan anak ini membuat Friedman depresi dan akhirnya menjadi pecandu obat-obatan terlarang. Pernikahan keduanya dengan Frank yang seorang pegawai kontruksi sedikit memperbaiki hidupmua. Sayang malang terus berdatangan. Rumah mewah di Amityville, Long Island, yang dibeli pasangan ini hilang dari genggaman saat Amerika mengalami resesi.

“Kami menghambur-hamburkan uang ibuku seperti orang gila,” kata Friedman dilansir dari Dailymail.

Karena kesalahan di masa muda, kekayaan itu kini hanya tinggal kenangan. Sang pewaris takhta perusahaan kini menjadi gelandangan di usianya yang sudah 63. Harapan hidup tenang dan berkecukupan di usia tua terpaksa dilupakan. Apa yang dialami oleh Friedman ini barangkali sering pula kita alami. Uang berlebih sering membuat lupa diri. Hingga akhirnya, yang tertinggal hanya penyesalan.

KISAH SEDIH : Friedman Foote Yang Dulunya Miliuner Kini Menjadi Gelandangan


1. Pepatah hidup itu seperti roda berputar

Hidup yang terus berputar, bisa membawamu ke atas ataupun ke bawah. Ketidakpastian hidup membuat apa yang kamu punya saat ini belum tentu abadi. Karenanya, selayaknya kita menghargai dan mensyukuri setiap momen bahagia yang dialami. Karena bukan mustahil itu akan diambil darimu, sewaktu-waktu.

2. Penyesalan datang belakangan akibat kecerobohan

Usia yang masih muda memang sering membuat kesalahan, dalam konteks mengejar impian. Namun kecerobohan dalam hidup karena harta, bisa membuatmu menyesal nantinya. Sebab hidup ini hanya satu hali. Apa yang sudah pergi, tak bisa kamu panggil kembali. Uang yang sudah kamu habiskan untuk bersenang-senang, tak bisa kembali, melainkan harus dicari lewat kerja yang lebih keras lagi.

3. Harta memang sering membuat kita lupa. 

Bonus yang tak mesti muncul sebulan sekali membuat kita lupa diri. Apalagi kalau gaji sudah mengalami peningkatan dan kamu masih belum punya tanggungan. Setiap tanggal gajian tiba, kamu merasa harus bersenang – senang.

Tapi ingat, ada masa – masa darurat diluar rencana. Mempertahankan pola hidup sederhana sebanyak apapun gaji yang kamu punya tetap menjadi pilihan yang bijaksana. Karena, apa kamu bisa pastikan sampai kapan transferan bulanan itu masuk ke rekeningmu?

4. Selain harta, cinta menjadi salah satu yang membuat Anda bahagia

Dari kisah Friedman Foote kita bisa belajar banyak hal. Harta dan kekayaan bukan jaminan kebahagiaan. Ada hal-hal lain yang juga harus dipikirkan selain bekerja keras mencari uang yakni Keluarga, waktu untuk diri sendiri, dan barangkali cinta, adalah pelengkap hidup yang membahagiakan hidup Anda. Karena saat sakitpun, ternyata kamu tidak hanya butuh uang untuk berobat, tapi juga sosok yang tak absen memberi semangat.

5. Ingat hidup bukan hanya hari ini

Ingatlah bahwa hari esok, kamu masih butuh makanan sehat dan tempat tinggal yang layak. Di hari tua, tentu kamu juga ingin hidup tenang dan nyaman dengan keluarga. Jangan sampai masa-masa yang di depan itu terlupakan karena kita terlalu sibuk menghabiskan stok bahagia yang kita punya untuk saat ini saja.

6.  Saat mengalami masa sulit paling tidak mereka masih memiliki satu sama lain

Meski Friedman sudah kehilangan segalanya. Setidaknya ada Frank, suaminya, yang rela berbagi tempat tidur dengan atap bintang-bintang di Central Park. Ada orang yang sama-sama kelaparan saat makanan sudah tidak lagi ada. Setidaknya, Frank yang bertemu dengannya dalam kondisi kaya raya, tidak pergi setelah uangnya habis. Cinta mereka tidak pudar karena sulitnya kondisi. Meski tidak tahu bagaimana rasanya menjadi mereka, setidaknya kita bisa berharap bahwa sulitnya hidup mereka berkurang karena dijalani bersama orang yang dikasihi.

Hidup seperti roda itu benar adanya. Kisah hidup Friedman Foote ini seharusnya bisa dijadikan pengingat, agar kita selalu hati-hati dalam berbuat. Karena apa yang sudah lewat, hanya akan tingaal kenangan. (Sumber Artikel by Laruno.com)

Senin, 14 November 2016

WANITA TERPOPULER: 3 Kartini Indonesia Tersukses di Asia

Perlambatan ekonomi global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak berdampak besar pada penurunan kegiatan bisnis beberapa perusahaan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan, khususnya pebisnis Tanah Air, terdapat beberapa wanita CEO yang berhasil membawa perusahaannya masuk ke jajaran Top Asia. Sebagaimana dilansir majalah Forbes, wanita saat ini memang memegang peranan penting dalam membangun perusahaan untuk dapat keluar dari krisis. Berdasarkan data yang dirilis pada Maret 2016, saat ini 24 persen wanita memegang peranan sebagai pebisnis senior di berbagai negara.

Di Asia, Filipina memiliki proporsi wanita dengan jumlah tertinggi sebagai pebisnis senior di perusahaan, yaitu mencapai 39 persen. Sedangkan di Jepang, persentase wanita pebisnis hanya mencapai 7 persen. Di Indonesia, jumlah wanita yang menjadi pimpinan perusahaan saat ini tak lagi menjadi sesuatu yang langka. Bahkan dari sejumlah pimpinan perusahaan wanita di Indonesia, tiga di antaranya termasuk jajaran pebisnis tersukses di Asia. Mengutip data majalah Forbes, Kamis (7/4/2016), berikut ini tiga wanita pebisnis asal Indonesia yang sukses di Asia: 

1. Shinta Widjaja Kamdani 
WANITA TERPOPULER: 3 Kartini Indonesia Tersukses di Asia
img by economy.okezone.com
Shinta Widjaja Kamdani adalah CEO Sintesa Group Pada 1999, wanita berusia 49 tahun ini mulai mengambil alih kendali bisnis yang dimiliki oleh keluarga besarnya.  Ketika itu, dia melakukan restrukturisasi usaha dengan mengubah nama perusahaan dari Tigakarsa ke Sintesa. Kini Shinta memiliki 17 unit bisnis, mulai produk konsumen, properti, manufaktur, hingga energi. Pendapatan per tahun yang diperoleh bahkan mencapai USD1,2 miliar. Secara keseluruhan, Shinta kini juga mempekerjakan 6.000 karyawan ke seluruh unit bisnis. Saat ini lulusan Barnard College, New York, pada 1989 ini tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dia baru saja dikukuhkan pada Selasa 5 April 2016. Di Asia, Shinta menduduki peringkat 21, sekaligus menjadi wanita Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam jajaran wanita tersukses di Asia.

2. Parwati Surjaudaja, 
Parwati Surjaudaja adalah Presiden Direktur dan CEO Bank OCBC NISP Tak banyak wanita yang menjadi CEO di perbankan Asia. Di Indonesia, Parwati Surjaudaja menjadi salah satu pimpinan perbankan yang berhasil menarik perhatian dunia internasional. Wanita keturunan Fujian, China, ini kini telah menjadi Presiden Direktur Bank OCBC NISP.

Jabatan tersebut telah ia duduki sejak Desember 2008. Mewarisi aset perbankan yang dimiliki oleh kakeknya, kini wanita berusia 51 tahun itu berhasil membawa OCBC NISP sebagai bank dengan total aset ke-12 terbesar di Indonesia. Kini, total aset OCBC NISP telah mencapai USD 9,2 miliar. Namun, kini sebagian besar saham OCBC NISP dimiliki oleh Singapura. Total saham yang dikuasai oleh Singapura telah mencapai 86,1 persen. Sedangkan keluarga Surjaudja hanya memiliki 5 persen saham. Sisanya, saham OCBC NISP dilepas ke publik melalui penawaran di pasar modal. Dalam urutan wanita pebisnis tersukses di Asia, Parwati Surjaudaja menduduki peringkat 40 dan menjadi satu-satunya bankir yang menduduki peringkat teratas pebisnis wanita tersukses di Asia.

3. Wendy Sui Cheng Yap 
Wendy Sui Cheng Yap Co-Founder, Presiden Direktur, dan CEO Nippon Indosari Wendy Sui Cheng Yap, putri dari mantan eksekutif Grup Salim Piet Yap ini menjadi wanita terakhir yang berhasil masuk jajaran 50 besar wanita pebisnis tersukses di Asia. Melalui industri makanan, Nippon Indosari, Yap berhasil memperoleh pendapatan sebesar USD121,9 juta pada sembilan bulan pertama 2015. Total pendapatan ini naik 15 persen apabila dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan pendapatan ini tidak terlepas dari keputusan perusahaan untuk melakukan initial public offering (IPO) pada 2010. Kini, Yap tengah mempersiapkan ekspansi bisnis ke Filipina. Menggandeng perusahaan asal Jepang, Monde Nissin Cooperation, Nippon menginvestasikan dana hingga USD6,8 juta untuk membentuk perusahaan makanan patungan di Filipina. Saat ini Yap juga terjun dalam bisnis keluarga lainnya seperti pengelolaan sumber daya alam, hingga real estate. Ekspansi bisnis ini telah berhasil membawa nama Yap tercatat pada peringkat 47 perempuan tersukses di Asia. (Sumber Dicopy dari economy.okezone.com)

INSPIRASI BISNIS: Celengan dari Limbah Karton Beromzet Jutaan Rupiah

Seorang ibu-ibu di kelurahan Sukamaju kecamatan Sako kota Palembang, memiliki trik jitu agar membuat anak-anak gemar menabung, dirinya membuat celengan yang unik dari daur ulang karton bekas dan stiker animasi yang akrab dengan anak-anak. Bahkan hasil penjualan celengannya beromzet jutaan Rupiah per bulan. Di sebuah rumah sederhana di kompleks Griya Permata Hati Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang inilah, Rani Hartanti seorang ibu rumah tangga empat orang anak, menekuni usahanya membuat celengan berbahan karton bekas dari sisa limbah percetakan. 

Dibantu satu orang tetangganya, Rani terlihat begitu serius membuat celengan dari bahan karton yang dipadukan dengan stiker animasi untuk dibuat menjadi celengan yang unik. Dengan mendapat dukung dari sang suami Sopianto yang ikut terjun menggeluti usaha produksi celengan dari bahan bekas karton limbah percetakan, yang sudah menggeluti usahanya ini selama 4 tahun terakhir. Biasanya karton limbah percetakan ini mereka peroleh dari sejumlah percetakan yang ada di kota Palembang. “Timbulnya keinginan membuat celengan dari limbah percetakan bermula saat adanya kegiatan enterpreneur di sekolah anak, yang melatih anak untuk berwirausaha,” ujar Rani. Anaknya meminta agar dibuatkan produk yang berbeda dari produk yang ada kebanyakan, dari sebuah perjalanan mereka melihat banyaknya karton percetakan yang dibuang begitu saja dari sebuah percetakan. 

Muncullah ide Hartanti untuk membuat celengan dari slongsong limbah percetakan. Yang kemudian dipotong sesuai keinginannya. Untuk menarik minat anak-anak agar gemar menabung dikombinasikanlah stiker-stiker pilihan yang berkarakter dipergunakan untuk membungkus karton tersebut. Bahkan para pembeli dapat memesan stikernya sendiri untuk dijadikan bungkus celengan. Harga yang ditawarkan pun variatif murah dan terjangkau, untuk harga satuan celengan ini di jual dengan harga Rp10 ribu, sementara untuk reseller dijual Rp7 ribu per satuannya. Untuk memasarkan hasil kerajinan celengan dari bahan limbah bekas percetakan, Rani membuka gerai sendiri di rumahnya, bahkan terkadang dirinya kerap membuka stand-stand pada acara tertentu. Sumber Artikel Dicopy dari economy.okezone.com

Trik Wanita Sukses Jadi Pengusaha, Pegawai dan IRT

Wanita karier saat ini telah menjadi tren dalam kehidupan masyarakat di perkotaan. Tingginya biaya hidup serta meningkatnya taraf pendidikan wanita di zaman modern telah 'memaksa' para Kartini di perkotaan untuk tidak berdiam diri di rumah. Namun, terdapat konsekuensi yang harus dihadapi oleh para wanita karier, yaitu sulitnya dalam membagi waktu untuk keluarga. Bahkan, dengan status sebagai pegawai, banyak para wanita karier yang waktu kesehariannya dihabiskan untuk kegiatan di perusahaan.

Lantas, apakah di tengah kesibukan sebagai karyawan dan mengurus rumah tangga, seorang wanita juga dapat bekerja sebagai pengusaha? Pada saat peringatan Hari Kartini yang diadakan oleh PT Pertamina (Persero), Okezone sempat berbincang dengan beberapa orang pegawai Pertamina yang telah berhasil membuka usaha sampingan. Tak tanggung-tanggung, omzet yang dihasilkan pun mencapai jutaan hingga puluhan juta Rupiah dalam setiap bulannya.
Trik Wanita Sukses Jadi Pengusaha, Pegawai dan IRT
Amitya misalnya, menjadi pegawai Pertamina selama lebih dari 10 tahun justru tak membuat dirinya merasa kesulitan untuk membagi waktu dalam berusaha. Bahkan, kini Amitya telah memiliki usaha kue hias dengan omzet puluhan juta Rupiah per bulan. Menurutnya, salah satu trik yang dapat dilakukan oleh pegawai wanita untuk dapat membuka usaha adalah dengan membuka usaha berdasarkan hobi. Dengan begitu, sesibuk apapun wanita dalam berkarier di perusahaan dan mengurus rumah tangga, maka akan tetap memiliki dorongan untuk mengembangkan bisnis. "Kalau mulai dari hobi, maka akan mudah untuk mengembangkan. Saya juga memulai dari hobi," kata Amitya saat berbincang dengan Okezone dalam acara peringatan Hari Kartini di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (21/4/2016). Pegawai wanita Pertamina lainnya, Adhis, mengungkapkan bahwa dalam memulai usaha sebagai pegawai perusahaan perlu memilih usaha yang dapat dikelola secara fleksibel. Sebagai contoh adalah usaha berbasis online yang saat ini tengah dijalankan oleh wanita pengusaha sabun alami tersebut. "Jualan harus secara online. Kalau saya pakai instagram. Jadi malam sepulangnya dari kantor baru mengurusi bisnis," jelasnya, masih pada kesempatan yang sama. Apabila usaha yang dijalankan membutuhkan waktu untuk proses produksi, maka perlu usaha dengan proses waktu produksi di bawah satu hari. Sehingga, tidak mengganggu kesibukan sebagai karyawan dan Ibu Rumah Tangga.

"Seperti saya dalam usaha pembuatan sabun ini hanya butuh waktu 30 menitan. Paling hanya menunggu jadinya saja butuh waktu beberapa minggu," tutup Adhis. Wacana emansipasi wanita memang tengah berkembang pesat sejak tahun 1970 lalu di Indonesia. Hal ini direspons positif oleh masyarakat. Buktinya, posisi wanita saat ini telah mulai diperhitungkan dalam kegiatan operasional perusahaan. Bahkan, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto sengaja meminta agar terdapat wanita dalam jajaran petinggi Pertamina. Sebab, selama ini jumlah wanita dalam jajaran petinggi perseroan masih jauh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan jabatan yang diduduki oleh laki-laki. "Senior Vice President saat ini dari 22 orang yang kartini cuma satu. Mana perjuangan emansipasi? Jangan Kartono (laki-laki) semua. Sekarang Vice Presiden dari 67, Kartini juga cuma delapan. Cuma 10 persenan," ungkap Dwi dalam peringatan Hari Kartini di Kantor Pusat Pertamina. "Kenapa kok laki-laki masih mendominasi? Provokasi saya, (peran wanita dalam lingkungan Pertamina) belum optimum," tukasnya. (Sumber Artikel Dicopy dari economy.okezone.com)

10 Pengusaha Wanita Indonesia

Pengusaha adalah orang yang menjalankan kegiatan usaha baik usaha jual-beli, maupun usaha produksi yang tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan dan menanggung resiko yang akan terjadi dalam kegiatan usahanya. Contohnya seperti Pengusaha Tahu dan Tempe. Siapa bilang jadi wanita tak bisa sukses mengurus rumah tangga sekaligus bisnis? Buktinya, 10 wanita berikut ini mampu mengibarkan bendera bisnis dan membahagiakan keluarganya. Siapa sajakah mereka?

Nadia Mutia, Kloom Clogs
Hobby belanja wanita ternyata bisa juga menghasilkan uang. Adalah Nadia Mutia Rahma, sosok wanita yang mengawali bisnis dengan membuat sepatu kayu yang diberi nama Kloom Clogs. Desain produk miliknya, dibuat sendiri karena kegemarannya dalam mendesain sejak kecil.

Modal usaha yang dipakainya diperoleh ketika bekerja part time di Jepang, berbekal uang tersebut ia mengembangkan bisnis selop yang pas dan nyaman dipakai. Selain kreatif, wanita kelahiran 12 Juni 1989 ini selalu mengungkulkan kualitas dalam produk yang dibuatnya. Semua bahan yang dipakainya merupakan bahan pilihan dan dikerjakan dengan hati-hati.

Lusia Efriani, Arang Kelapa
Karena alam telah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia. Begitulah setidaknya sosok lulusan Bahasa Inggris Universitas Airlangga ini berpikir kreatif. Lewat limbah tempurung kelapa yang mudah ditemukan di mana-mana, Lusia memandatangani kerja sama dengan perusahaan China untuk menjadi pemasok arang kelapa.
10 Pengusaha Wanita Indonesia


Kedengarannya memang bisnis ini sepele, namun permintaan arang kelapa yang semakin meningkat ini membuka lapangan pekerjaan baru bagi 300.000 orang.

Aldila Rizqi Eistya, dari Cardigan hingga Jumpsuit
Dan lagi-lagi hobby shopping yang dapat dikembangkan menjadi bisnis menjanjikan, Aldila, wanita berusia 22 tahun ini tampaknya cukup cermat menilai kebutuhan pasar. Dengan menjual koleksi busana muslim dan baju-baju remaja bermerek Back to Basic, Aldila meraup untung yang cukup besar.

Produknya ini bukan produk hasil luar, namun produk yang dibuat bersama saudaranya Rilla Hayatun Nifa. Masing-masing produknya dijual mulai harga 200 - 400 ribu rupiah di butik House of Dina di jalan Gejayan, Yogyakarta.

Leni Mangiri, perca batik
Ushaa batik mungkin bukan usaha yang asing lagi di Indonesia. Namun, yang membedakan kali ini adalah, kain batik yang dipakai bukan kain batik utuh, melainkan perca batik. Hasil limbah dari potongan-potongan kain batik ini disulap menjadi aneka produk cantik seperti tas, selimut, sarung bantal, bedcover dan lain-lain. Keuntungannya, produk yang dihasilkan tetap cantik dan harga jualnya jauh lebih murah.

Susanti Alie, saus sambal
Sambal, hmmm... rasanya makanan tak lengkap apabila tak ada sambal. Rasa pedasnya bak menyempurnakan masakan dan menambah nafsu makan. Dari situlah Susanti Alie memulai bisnisnya. Berawal dari lahan kontrakan di sebelah rumah dengan kurang dari 10 karyawan, ia memproduksi minuman limun dan saus sambal bermerk Cabe Payung. Berperang melawan rumor saus sambal yang menggunakan bahan-bahan tidak higienis dan segar, Susan menciptakan label produk yang berkualitas dan bersaing dengan harga pasar. Sampai saat ini, bisnisnya terus berkembang dan telah dipasarkan hampir ke seluruh Indonesia. [quote]

Wendy Yap, Sari Roti
Sari Roti... roti Sari Roti... siapa yang tak mengenal jingle renyah tersebut? Di komplek perumahan, toko hingga supermarket besar, produk ini mudah ditemukan. Di balik kesuksesan produk roti ini, ada sosok wanita bernama Wendy Yap yang menjadi otak sukses produk Sari Roti. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan tercepat di Asia.

Ir. Hartati Marzuki, bisnis tanaman hias
Ketertarikan dan kecintaannya terhadap bunga memunculkan ide membuat bisnis tanaman. Aktivitas memelihara dan merawat tanaman ini merupakan aktivitas yang menyenangkan. Selain memberikan efek rileks, manfaatnya bagi alam juga cukup besar.

Dengan dukungan teman dan sahabatnya, Hartati akhirnya membuka bisnis tanaman hias. Produk hasil pembiakannya dipasarkan melalui sebuah toko yang diberi nama Re & Ray Nursery.

Evi Indrawanti, gula aren organik
Ingin menghadirkan gula aren yang lebih praktis dan higienis, Evi Indrawanti menciptakan produk gula aren organik yang memiliki kandungan gizi tinggi, serta higienis. Hingga saat ini, produk gula aren tidak terlalu beken di pasar. Padahal, gula aren ini lebih kaya nutrisi ketimbang gula tebu. Lewat CV Diva Maju Bersama, Evi memasarkan produk gulanya dan membagikan info sehat yang dibutuhkan masyarakat.

Susan Budiharjo, ibu dunia fashion Indonesia
Kerap dijuluki ibu dunia fashion Indonesia, Susan Budiharjo menelurkan karya-karya cemerlang lewat produk fashion yang dibuatnya. Koleksi busananya beragam, mulai dari yang klasik hingga yang sederhana.

Sejak kecil, kegemarannya menggambar mendorongnya mewujudkan mimpi menjadi sosok desainer terkenal di dunia. Tak hanya puas sebagai seorang desainer saja, Susan yang sempat mencicipi jurusan arsitektus di Universitas Tarumanegara ini juga mendirikan sebuah sekolah untuk membagikan ilmu yang dimilikinya kepada desainer-desainer muda Indonesia.

Dyah Purana, Kane Kane
Ingin menciptakan camilan yang sehat, tanpa bahan pengawet dan non MSG, mendorong sosok warga Malang ini menghasilkan produk keripik jamur tiram dan jamur tempe.

Dyah bereksperimen dengan penganan yang beken di kota asalnya tersebut. Dari hasil eksperimennya, tak hanya keripik jamur tiram dan keripik tempe biasa yang dihasilkannya, namun keripik dengan aneka ragam rasa yang menggugah selera. Kecintaaanya terhadap kota Malang mengawali pembuatan nama Kane Kane. Dengan ide awal kata enak yang dikemas dengan boso walikan khas Malang, nama Kane Kane dibuat. (Artikel diCopy dari Vemale.com)

Selasa, 01 November 2016

5 Jenis Usaha Cocok Dijalankan Di Lingkungan Sekolah

Salah satu faktor kesuksesan suatu usaha adalah faktor lokasi atau tempat. Dimana lokasi usaha memiliki peranan yang sangat vital, dengan lokasi yang tepat dan strategis, suatu usaha jelas lebih cepat menghasilkan. Salah satunya dekat sekolah, dimana ada beberapa jenis bisnis yang cocok dijalankan. 

1. Usaha Kos-kosan
Usaha kos tidak bisa di lepaskan dari kehidupan siswa. Dan siswa yang biasanya sudah kos adalah siswa SMP dan SMA, dan yang terbanyak tentu siswa SMA. Namun anda harus melihat terlebih dahulu para siswa yang ada di sekolahan tersebut, dari mana mereka berasal.

Pada umumnya, sekolahan yang memiliki nilai reputasi tinggi di pilih para siswa mekipun jarak rumah dengan sekolah yang jauh. Bahkan ada yang tinggal di kabupaten A namun sekolah di kabupaten B, dengan begitu mereka harus kos atau tinggal di asrama. Tentu saja apabila kesempatan tersebut ada, anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara mendirikan kos-kosan. 

2. Usaha Toko ATK dan Fotocopy
Salah satu usaha yang sangat potensial di jalankan di dekat sekolah ialah usaha ATK dan jasa Fotocopy. Kedua usaha ini pada umumnya bergabung menjadi satu, dimana menjual keperluan alat tulis lengkap dengan jasa fotocopynya. Usaha yang satu ini jelas sangat mengiurkan, apalagi jika anda membuka usaha ini di lingkungan sekolah. Para siswa pasti membutuhkan alat tulis entah itu pulpen, penggaris, buku dan lain sebagainya. Selain itu siswa juga membutuhkan jasa fotocopy, bahkan bapak/ibu guru juga memerlukan jasa fotocopy ini.
5 Jenis Usaha Cocok Dijalankan Di Lingkungan Sekolah

3. Usaha Warnet
Usaha warnet juga sangat pas di jalankan di dekat lingkunagn sekolahan. Para siswa saat ini harus benar-benar aktif dalam mencari informasi di internet, selain itu para guru juga sering memberi tugas dan bahannya di cari di internet. Melihat hal tersebut tentu usaha warnet sangat cocok di jalankan di lingkungan sekolah.

4. Usaha Kuliner
Nah, usaha yang satu ini jelas menjadi usaha favorit. usaha bidang kuliner memang tidak ada matinya, dimanapun tempatnya pasti ada saja usaha kuliner ini. Salah satu tempat paling strategis dalam usaha kuliner ini tentu saja di lingkungan sekolahan. Anda bisa menjual aneka macam kuliner, baik itu makanan maupun minuman. Namun anda harus menjual makanan atau minuman yang benar-benar enak dan sehat. Selain itu harga makanan jangan terlalu mahal, sesuaikan saja dengan kantong para pelajar.

5. Usaha Konter Pulsa
Membuka usaha konter pulsa bisa menjadi pilihan usaha yang tepat untuk di jalankan di lingkungan sekolah. Saat ini para pelajar tidak bisa lepas dari yang namanya smartphone, bahkan meskipun sudah di larang oleh pihak sekolah, para pelajar tetap saja membawa smartphone ke sekolah. Selain menjual pulsa, anda juga bisa menjual berbagai kelengkapan smartphone, mulai dari aksesoris dan perdana. Selain itu anda juga bisa menjual aneka aksesoris untuk siswa dan siswi.

Sumber referensi by http://seribupeluang.blogspot.com/2015/08/usaha-yang-cocok-di-lingkungan-sekolah.html